Minggu, 11 Januari 2015

Dua Maskapai Ini Bebas dari Pelanggaran Terbang Kemenhub



JAKARTA - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, J. A. Barata menyatakan dua dari lima maskapai yang dinyatakan melanggar ketentuan ijin rute/jadwal penerbangan, telah melakukan konfirmasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Kedua Perusahaan tersebut yakni PT TransNusa Aviation Mandiri dan PT Garuda Indonesia.

"TransNusa Air dalam jumpa pers Kemenhub Jumat sore (9/1) dinyatakan melakukan satu pelanggaran, pada malam harinya pihak TransNusa Aviation Mandiri telah mengkonfirmasi bahwa penerbangan TransNusa Air untuk rute Denpasar-Labuan Bajo pp setiap hari telah memenuhi persyaratan perijinan secara lengkap dan sah," ujar Barata dalam siaran persnya, Minggu (11/1).

Klarifikasi TransNusa lanjut Barata juga telah dibenarkan oleh pihak Tim Audit dan Evaluasi Pelaksanaan Rute Penerbangan Maskapai Nasional. Kekeliruan sempat terjadi karena perijinan rute TransNusa awalnya diketahui hanya memiliki persetujuan izin rute 1, 2, 3, 4, 6, dan 7. Namun belakangan diketahui bahwa ternyata TransNusa juga memiliki persetujuan izin rute 5 yang dokumennya secara terpisah.

"Dengan demikian, TransNusa dalam penerbangannya setiap hari pada rute Denpasar - Labuanbajo pp, dinyatakan tidak melakukan pelanggaran," terang dia.

Sementara PT. Garuda Indonesia juga dengan segera telah mengklarifikasi hasil temuan Tim Audit dan Evaluasi Pelaksanaan Rute Penerbangan Airline Nasional, yang sebelumnya dinyatakan ada empat penerbangan Garuda Indonesia yang melanggar ketentuan perizinan.

Empat penerbangan dimaksud adalah penerbangan Makassar - Medan - Jeddah pp, yang menggunakan dua nomor penerbangan yakni Makassar - Medan sebagai GA-626, dan sektor Medan-Jeddah sebagai GA986. Sektor-Jeddah-Medan GA-987, dan sektor Medan- Makassar GA-627.

"Kemenhub menyatakan bahwa Penerbangan Garuda Indonesia rute Makassar-Medan-Jeddah yang seharusnya sudah dioperasikan menggunakan satu nomor penerbangan, namun masih menggunakan dua nomor penerbangan dan hal ini dinilai telah melanggar perizinan," paparnya.

Namun saat ini Garuda telah menyatukan nomor penerbangan tersebut. Dengan klarifikasi dan pembetulan yang telah dilakukan antara Kemenhub dengan TransNusa Air dan Garuda Indonesia kata Barata, maka catatan atas Hasil Audit dan Evaluasi Pelaksanaan Rute Penerbangan Maskapai Nasional akan ditambahkan dengan pembetulan tersebut. (chi/jpnn)



portal berita indonesia

Berita lainnya : Gaun Bermain Cutting dengan Kain Keren

Gaun Bermain Cutting dengan Kain Keren



BERBAGAI rancangan dengan aneka cutting menarik dan berani muncul pada awal 2015. Misalnya, baju dengan sentuhan berkelas nan menggoda rancangan Karla Jasmin Angkawidjaya. Konsep gaun avant-garde kaya detail yang kerap mewarnai rancangannya mulai disisihkan.

Dia beralih untuk melahirkan rancangan yang menonjolkan keseksian pemakai dengan cutting sederhana, tetapi berkelas.

''Biar tampilannya enggak biasa, saya bermain di potongan dan tekstur kain. Ya, sedikit memamerkan lekuk tubuh juga,'' terang Karla yang juga berpartner dengan Ariska Meliana Chandra.

Busana ready-to-wear tersebut diakui baru digarap sejak lima bulan lalu. Itu dikarenakan banyak permintaan dan peminat pakaian yang tampil sederhana, namun bisa mencuri perhatian.

Misalnya, busana untuk cocktail party berbahan jacquard. Busana itu didesain dengan tampilan mini dress selutut. Tekstur alami material kain menjadi salah satu kelebihannya.

Tidak ingin bermain banyak detail, Karla pun tinggal memanfaatkan kelebihan tersebut dengan sedikit polesan. ''Kainnya itu sudah keren. Jadi, main di cutting saja,'' sambung pemilik Sposarika itu.

Agar tampil stunning, dia memberi potongan terbuka di bagian pinggang. Tambahan kain berbahan net putih digunakan untuk melapisi cutting pinggang tersebut. Selain di pinggang, sisi feminin kian terpancar lewat model lengan sleeveless.

Untuk mengimbangi kesan polos, ibu dua anak itu membubuhkan detail drapery atau efek kain berlipat-lipat. ''Jadinya bervolume,'' katanya.

Sementara itu, rancangan kedua berupa setelan jumpsuit hitam bergaya maskulin. Kain berbahan silk duchess tersebut juga punya potongan sederhana. Namun, di bagian dada diberi taburan bebatuan, swarovski, batu alam, serta payet tebu.

Duet alumnus Desain Interior UK Petra itu dengan Ariska tersebut melahirkan hasil apik lewat kain organza senada di bagian pinggang.

''Kami buat semacam P-plump biar ngembang,'' paparnya. Kesan gelombang bak ombak itu didapat dari teknik potongan satu lingkar menyamping sebagai pemanis yang dekoratif.

Rancangannya tersebut juga pas digunakan untuk acara formal atau nonformal. ''Dan lagi, pakaiannya juga bisa beberapa kali. Soalnya desainnya enggak mencolok,'' imbuh Ariska yang jago make-up. (bir/c19/tia)

 



portal berita indonesia

Berita lainnya : Mulan Jameela Pengin Kelihatan Normal

Mulan Jameela Pengin Kelihatan Normal



RADEN Terry Tantri Wulansari atau yang lebih tersohor dengan nama Mulan Jameela, 35, selama ini selalu tampil trendi dengan lensa kontak aneka warna. Softlens tersebut digunakan tidak hanya untuk gaya-gayaan, tapi karena matanya memang minus.

  "Mata saya itu minus 10. Tapi, kalau beli softlens, hanya bisa yang minus 9. Ini kalau dilepas, saya nggak kelihatan apa-apa," tuturnya saat ditemui di kediamannya di Pinang Emas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1).

Pelantun Makhluk Tuhan Paling Seksi itu mengaku menderita rabun jauh sejak masih duduk di bangku kelas III SD. Kebiasaan membaca sambil berbaring dalam keadaan remang-remang membuat minus mata pasangan Ahmad Dhani itu semakin bertambah.

"Aku dulu lumayan kutu buku dan aku enggak menjaga diri meski matanya sudah minus. Sekarang masih suka baca, tapi enggak baca buku. Sekarang bacanya pakai tablet, handphone, atau PC. Eh, itu malah makin bahaya ya?" tanyanya.

Mulan mengaku menggunakan softlens sejak masih duduk di kelas III SMP. Dia memilih softlens karena banyak pilihan warna yang bisa menyamarkan kelemahan matanya itu. Jika memakai kacamata, ibu tiga anak tersebut hanya bisa bertahan tiga hari. "Pusing soalnya dan enggak bisa gaya," ungkapnya.

Meskipun sudah lama menggunakan softlens, dia ingin bisa melihat normal tanpa bantuan lensa. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjalani operasi lasik pada 19 Januari mendatang.

Dia mengaku grogi karena rencana operasi tersebut berhubungan dengan salah satu organ vital. Tapi, keinginan punya mata normal membuat perempuan yang suka gonta-ganti warna rambut itu memantapkan diri untuk menjalani operasi.

"Takut sih. Tapi, kan sekarang teknologinya sudah lebih canggih. Lagian, sembuhnya juga katanya lebih cepat. Kalau dulu bisa sebulan, sekarang katanya cuma seminggu. Pengin banget bisa seperti orang normal, enggak usah pakai softlens," tegasnya. (yas/c11/sof)

 



portal berita indonesia

Berita lainnya : Ancelotti Anggap Bale Lebih Jago Ketimbang Ronaldo

Ancelotti Anggap Bale Lebih Jago Ketimbang Ronaldo



MADRID - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mungkin sudah harus menyerahkan urusan tendangan bebas pada Gareth Bale. Pasalnya, Bale memiliki kemampuan lebih oke dibandingkan Cristiano Ronaldo yang selama ini ditunjuk sebagai eksekutor tendangan bebas.

Yang terbaru, Bale mencetak gol melalui free kick saat Madrid menekuk Espanyol dengan skor 3-0 pada pekan ke-18 La Liga 2014/2015 di Santiago Bernabeu, Sabtu (10/1) malam WIB. Itu adalah gol ketiga yang dibukukan Bale dalam 15 tendangan bebas sejak La Liga 2013/2014 dan 2014/2015. Di sisi lain, Ronaldo juga membukukan gol yang sama, namun dari 39 kesempatan.

Akurasi tendangan bebas Bale juga lebih hebat dibandingkan Ronaldo, yakni menyentuh 20 persen. Sementara, CR7, julukan Ronaldo hanya membukukan akurasi sebesar 7,6 persen.

Selain itu, tendangan bebas Bale juga hanya melenceng sebanyak tujuh kali. Sedangkan Ronaldo yang selama ini menjadi pilihan utama justru melenceng sebanyak delapan kali.(jos/jpnn)



portal berita indonesia

Berita lainnya : Pakai Anting Kembar dengan Adik, Jenazah Gadis Tarakan Teridentifikasi

Pakai Anting Kembar dengan Adik, Jenazah Gadis Tarakan Teridentifikasi



JAKARTA - Tiga jenazah korban AirAsia QZ8501 kembali teridentifikasi. Salah satunya adalah gadis cantik asal Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yang bernama Vera Chandra Kho (19). Jenazah berlabel B037 alumni SMA Negeri 1 Tarakan itu merupakan satu-satunya WNI. Karena dua jenazah lainnya merupakan warga asing.

"Hari ini tim telah rekonsiliasi berhasil identifikasi tiga korban," kata ketua tim DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiyono, di Crisis Center Mapolda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/2).

Budiyono mengatakan, jenazah Vera terungkap setelah tim DVI Polda Jatim menghubungi dokter gigi korban semasa hidupnya ke Tarakan. Dari hasil dental record-nya dinilai memiliki kesamaan primer berupa data gigi yang cocok dengan antemortem dan postmortem.

Selain itu, juga didukung dengan properti berupa anting-anting korban yang sama persis dibuat identik dengan milik adik korban. (baca juga: Menanti Kabar Si Cantik, Vera Chandra).

"Properti anting korban dibuat kembar dengan yang dimiliki adiknya. Ini sesuai dan B037 ialah Vera Chandra Kho," kata Budiyono.

Dua jenazah lainnya yang teridentifikasi adalah suami istri, merupakan warga Korea Selatan (Korsel). Jenazah berlabel B047 teridentifikasi bernama Kyung Hwa Lee, dan jenazah berlabel B048 merupakan suaminya yang bernama Song Beom Park.(ris/jpnn)

 

 



portal berita indonesia

Berita lainnya : Dor..dor..dor…! Mantan Anggota Brimob Itu Tersungkur

Dor..dor..dor…! Mantan Anggota Brimob Itu Tersungkur



PALANGKA RAYA - Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng, Minggu (11/1) pagi menggrebek sebuah rumah di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya.

Penggerebekan itu dilakukan karena rumah tersebut diduga sebagai tempat penyimpanan narkoba sekaligus dan markas pengedar barang haram itu.

Dalam penggrebekan yang dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba AKBP Ruslan A. Ghani sekitar pukul 06.00 Wib itu, perlawanan sempat diberikan dari beberapa orang yang berada di dalam rumah dan beberapa lainya mencoba kabur.

Petugas kemudian mengeluarkan tembakan peringatan, hingga salah seorang bernama Warto terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan dan mencoba menyerang petugas saat akan ditangkap.

Dan saat berusaha kabur ke hutan, Warto yang juga mantan anggota Brimob kemudian dilumpuhkan dengan timah panas. Tiga peluru bersarang di kedua kaki dan pinggangnya, akhirnya membuat pria berusia 40 tahun itu tak berkutik.

Sejumlah barang bukti seperti paket narkoba jenis sabu, peralatan hisap (bong) dan senjata api rakitan yang diduga milik Warto, berhasil disita petugas.

Direktur Resnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Akhmad Shaury saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penemuan narkoba dan senjata api rakitan dalam penggrebekan tersebut.

"Saat penggerebekan ditemukan senjata api rakitan yang diduga dimiliki Warto. Sekarang masih kita kembangkan. Besok saja untuk lengkapnya," katanya saat dihubungi Kalteng Pos (grup JPNN) lewat telepon.(ram/nto)

 



portal berita indonesia

Berita lainnya : Sarankan Pemerintah Cari Calon Dirjen Pajak dari Akademisi

Sarankan Pemerintah Cari Calon Dirjen Pajak dari Akademisi



JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui panitia seleksi terbuka tengah mencari sosok yang akan menempati posisi direktur jenderal pajak. Saat ini ada tujuh nama calon yang akan melewati proses wawancara dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Menurut ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak, pemerintah sebaiknya memilih dirjen pajak yang tidak berasal dari internal. Menurutnya, sudah saatnya dirjen pajak dicari dari kalangan akademisi pengajar di universitas.

"Saya pikir perlu juga rekrutmen dari orang-orang yang selama ini tidak terlalu engaged dengan dirjen pajak supaya mereka tidak ewuh pakewuh saat lakukan reformasi di perpajakan," ujar Dahnil di Jakarta Pusat, Minggu, (11/1).

Sejauh ini, tujuh orang calon dirjen pajak yang akan dipilih adalah Catur Rini Widosari, Ken Dwijugiasteadi, Poltak Maruli John Liberty, Puspita Wulandari, Rida Handanu, Sigit Priadi Pramudito, dan Suryo Utomo. Namun Dahnil berharap timsel dapat memilih yang terbaik dari tujuh nama tersebut, terutama yang mampu mengedepankan transparansi dan akuntabilitas di institusi tersebut.

Apalagi, tegasnya, penerimaan pajak sangat penting untuk menambah pendapatan negara. Dahnil menambahkan, tugas utama dirjen pajak nantinya adalah melakukan percepatan reformasi di institusi tersebut.

"Itu harus jadi komitmen pemerintah, dalam hal ini Jokowi, karena masalah transparansi dan akuntabilitas sering terjadi di Ditjen Pajak," tegasnya. (flo/jpnn)

 



portal berita indonesia

Berita lainnya : Persija Kalah Adu Penalti di Laga Pertama